prolog

14 Desember, 2013


Diam itu banyak artinya. Diam itu marah. Diam itu bosan. Diam itu kecewa. Diam itu takut. Diam itu setuju. Diam itu tidak ada pilihan lain. Bahkan…Diam itu damai. Diam itu nyaman. Diam itu indah. Diam itu… terlalu sulit diartikan dalam satu kata. Bahkan ketika sahabatku, Aris terdiam pun, aku kadang masih ragu mengartikannya sebagai apa, entah ia sedih, kecewa, takut, atau bahkan marah. Aku pun kadang tak berharap seseorang dapat mengartikan arti diamku, bahkan kadang suatu waktu aku membiarkan orang-orang kebingungan dengan aksi diamku. Aku sengaja membuat mereka menerka-nerka apa yang aku pikirkan, tanpa memberikan penjelasan. Aku akan terus membiarkan diamku menjadi rahasiaku dan tak mengungkitnya kembali. Kadang ada saat dimana aku tidak ingin dimengerti, aku hanya ingin melakukan apapun yang aku mau, tanpa menjelaskan pada orang lain apa yang aku lakukan, setidaknya aku meringankan mereka, sehingga mereka tidak perlu repot-repot memikirkan apakah yang aku lakukan itu baik atau buruk, bukan?
 peace love and gaul

Follow me

me!

Foto saya
say my name and I'll be your friend :) curious on politic. Beatlemania. Juz hate me but don't even try to hurt me.

Categories